Sabtu, 25 Juni 2011

Betulkah, Tri Satya itu Mengandung Kesyirikan?

“Tri Satya, demi kehormatanku aku berjanji…”
Demikianlah kata-kata yang sering kita dengar dari Pramuka. Dalam kalimat di atas terdapat ucapan sumpah dengan selain Allah yaitu bersumpah dengan ‘kehormatan’.
Apakah ini dibolehkan? Berikut ini jawabannya,
عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ قَالَ سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ رَجُلاً يَحْلِفُ لاَ وَالْكَعْبَةِ فَقَالَ لَهُ ابْنُ عُمَرَ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ ».
Dari Sa’ad bin Ubadah, suatu ketika Ibnu Umar mendengar seorang yang bersumpah dengan mengatakan ‘Tidak, demi Ka’bah’ maka Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan” (HR Abu Daud no 3251, dinilai shahih oleh al Albani).
Bersumpah dengan Allah adalah bentuk mengagungkan Allah. Oleh karenanya, bersumpah dengan selain Allah dinilai sebagai bentuk tindakan lancang kepada Allah dan melecehkan kesempurnaan dan keagungan Allah. Karena seorang insan jika ingin menegakan bahwa dirinya benar dalam perkataannya atau berupaya membersihkan diri dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya maka dia akan bersumpah dengan sesuatu yang paling agung dalam hatinya. Adakah di alam semesta ini suatu yang lebih agung dibandingkan dengan Allah. Oleh karena itu, bersumpah dengan selain Allah tergolong kesyirikan.
Hukum bersumpah dengan selain Allah adalah haram menurut mayoritas ulama.

Kamis, 16 Juni 2011

Road to Mata Cakap 2011 (Reflection to Action)

Tahun pelajaran 2010-2011 segera berlalu, lalu apa yang telah kita persiapkan untuk menyambut  Tahun Pelajaran Baru ? sudahkah kita menyiapkan agenda untuk merebut hati adik-adik kelas yang baru dengan kegiatan yang memikat, menarik dan tentunya menyenangkan dan tetap dalam bingkau Kepramukaan.
Ya, tiap tahun kita selalu menyelenggaran kegiatan Masa Ta’aruf Calon Keluarga Ambalan Penegak (MATA CAKAP) dan semoga bukan sebagai rutinitas tanpa makna atau sebatas formatif saja, karena inti dari kegiatan ini sebenarnya adalah bagaimana mempromosikan kegiatan Kepramukaan yang ada di Ambalan dengan harapan siswa baru mau dan sepenuh hati ikut terlibat dalam kegiatan kepramukaan.
Karena Mata Cakap bukan hal baru di Kwartir Cabang Ciamis ini, maka seharusnya sudah semakin mantap pula aktivitas yang ada didalamnya. Tapi, mengapa setiap tahun perlu dan masih harus selalu diadakan kegiatan ‘Sosialisasi Mata Cakap” ? apakah kegiatan ini telah bergeser dari fungsinya ? tentu tidak kegiatan sosialisasi diadakan sebagai upaya untuk mengingatkan dan sebagai bahan pertimbangan untuk kawan-kawan Dewan Ambalan ketika melaksanakan kegiatan Mata Cakap, terutama berkaitan dengan perkembangan kegiatan Kepramukaan ter-update.
Ada beberapa catatan penting yang harus dilakukan dalam pelaksanaan Mata Cakap kali ini, dan catatan ini merupakan kepanjangan tangan dari Kak Dede Yusuf selaku Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat dengan slogannya “Bangga Jadi Pramuka Indonesia”. Adapun beberapa catatan penting itu diantaranya adalah; Pertama, Mata Cakap harus dapat mengeksresikan keinginan peserta. Artinya, Mata Cakap haruslah senantiasa sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usia peserta, dimana para peserta yang notabenenya merupakan remaja dalam masa peralihan dan penyesuaian dengan lingkungannya yang baru, maka tugas kita adalah bagaimana membuat mereka merasa nyaman dalam setiap aktivitas Mata Cakap, tidak membebaninya dengan tugas-tugas yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan serta menjalin keakraban antara kakak dan adik.

Jumat, 29 April 2011

SKU UNTUK PRAMUKA PANDEGA (Baru)


SKU UNTUK PRAMUKA PANDEGA BARU
( Masih dalam tahap Sosialisasi )

SKU terbaru yang telah disusunkan oleh kelompok kerja Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk golongan Pramuka Pandega, SKU disesuaikan dengan areal pengembangan peserta didik, yaitu areal pengembangan fisik, areal pengembangan intelektual, areal pengembangan social, areal pengembangan emosional, dan areal pengembangan spiritual. Adapun jumlahnya terdiri dari 21 Point.
 
AREA PENGEMBANGAN
POINT
KECAKAPAN
FISIK :
Mampu menjaga, merawat dan memfungsikan fisiknya secara optimal serta mampu memberikan bimbingan kepada orang lain untuk menjaga kesehatan diri dan orang-orang disekitarnya
1.             
Mampu mengajarkan olahraga renang gaya bebas kepada orang lain dan mengusai 2 (dua) cabang olahraga serta dapat menjadi instruktur senam pramuka/senam kebugaran jasmani (SKJ)
2.             
Dapat membahas dan menganalisis tentang kesehatan reproduksi
3.             
Mampu menjadi instruktur dalam baris berbaris
4.             
Mampu melakukan penyuluhan tentang penyebab dan cara pencegahan penyakit infeksi degeneratif dan penyakit yang disebabkan perilaku tidak sehat
5.             
Melakukan perencanaan dan pengelolaan perkemahan dan/ atau pengembaraan tiga hari


INTELEKTUAL :
Mampu mengembangkan daya berpikir kreatif, inovatif dan memanfaatkan informasi untuk digunakan dalam situasi-situasi yang berbeda serta mampu menerapkan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
6.             
Dapat menjelaskan isi AD & ART Gerakan Pramuka dalam bentuk tulisan
7.             
Dapat menjelaskan tentang sejarah kepramukaan Indonesia dan Dunia dalam bentuk tulisan
8.             
Dapat menjelaskan tentang penggunaan jam, kompas, tanda jejak dan tanda-tanda alam serta tata cara pengembaran kepada regu atau sangga
9.             
Dapat menjelaskan peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan dengan bentuk tulisan
10.         
Mampu menjelaskan fungsi dan peran Indonesia dalam organisasi ASEAN dan PBB dalam bentuk tulisan
11.         
Dapat membuat proposal usaha mandiri dengan baik dan dapat melakukan kegiatan wirausaha
12.         
Dapat mengembangkan peralatan teknologi tepat guna
13.         
Dapat memberikan penjelasan tentang tali temali dan pioneering kepada Pramuka Penggalang/Penegak
14.         
Sudah mengikuti Kursus Mahir Pembina tingkat Dasar

SOSIAL :
Mampu memahami konsep saling ketergantungan dengan orang lain dan membangun kerjasama serta mengadakan perubahan dalam kelompok dan lingkungannya
15.         
Mengikuti pertemuan di Racana sekurang-kurangnya 3 kali setiap bulan
16.         
Mampu membuat tulisan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik serta dapat memaparkannya di depan pertemuan
17.         
Mampu membuat perencanaan kegiatan di tingkat racana Dalam perencanakan dan memimpin kerja bakti sesuai keperluan masyarakat.
18.         
Memahami makna upacara dapat di masyarakatnya dan ikut berperan aktif

EMOSIONAL :
Mampu menentukan jalan hidup dan membangun masa depannya.
19.         
Berani mengajukan saran dan kritik untuk membangun desanya kepada aparat pemerintah setempat
20.         
Dapat mengikuti dan atau memimpin diskusi racana dan mampu mengambil keputusan dalam mengatasi suatu permasalahan/perselisihan yang terjadi dalam masyarakat yang bijak

SPIRITUAL :
Taat beribadah, mengamalkan ajaran agama dan kepercayaannya, dapat memimpin kegiatan keagamaan, serta mampu membina kerukunan hidup antara umat beragama
21.         
a.     Agama Islam : 1. dapat menjelaskan makna rukun iman, rukun islam, dan rukun ihsan serta memberikan contohnya dalam bentuk tulisan, 2. dapat mengqadha dan mengqashar shalat serta mampu menjadi imam dalam shalat berjamaah, 3. mampu mengajak teman-teman untuk melaksanakan puasa sunah, 4. dapat merawat jenazah, 5. dapat menjelaskan perbedaan zakat fitrah dan zakat mal serta dapat menghitung nisab zakat mal, 6. dapat mengkombinasikan ayat Al-Quran dan Hadits tematik serta dapat menjelaskannya.
b.     Agama Katolik : 1. dapat menyebut dan menghayati 5 (lima) pondasi hidup gereja :P bersekutu, beribadah mendalami iman, saling melayani, dan bersaksi, 2. dapat menjelaskan hierarki gereja.
c.     Agama Protestan : 1. dapat menyanyikan 6 laku gerejani dan memimpin nyanyian gerejani, 2. dapat memimpin doa dalam pertemuan satuannya, 3. dapat memimpin suatu kelompok dalam mempelajari al kitab, 4. dapat membantu seorang calon siaga atau calon penggalang sampai memenuhi SKU untuk pramuka golongan siaga tingkat siaga mula dan golongan penggalang tingkat penggalang rambu di bidang pendidikan agama protestan.
d.     Agama Hindu : 1. mampu menjelaskan dan memahami subsantsi sradha, 2. mampu memaparkan konsep kepemimpinan hindu, 3. mampu menjelaskan dan memahami hakekat dharmagita Dan tari keagamaan, 4. mampu memahami konsep catur asrama, catur purusartha, 5. mampu memahami konsep wiwaha, 6. mampu menjadi pemimpin dalam proses agama hindu, 7. mampu memahami konsep hukum Hindu.
e.     Agama Budha : 1. sila – mengenal dan mengatasi masalah sesuai dengan bduha darma, 2. Panna – mendeksripsikan konsepbuhda, bodhi sattva dan manujsia budha serta menjelaskan ikrar bodhi sattva dan cara mempraktekannya, 3. Samadhi – melatih meditasi pandangan terang kepada pramuka siaga, penggalang satu penegak, 4. sadha – menafsirkan karma dan akibatnya dalam kehidupan manusia berikutnya.


KE-PANDEGA-AN


KEPANDEGAAN*
Oleh : FDJ. Indra Kurniawan GSB
Ketua Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Kabupaten Ciamis

A.     REFLEKSI
Kaum muda Indonesia dewasa ini tengah dilanda beberapa permasalahan yang perlu penyelesaian, dan ujung tombak dalam penyelesaian setiap permasalahan bangsa ini adalah rendahnya tingkat kesadaran kaum muda terhadap penghayatan dan pengamalan bela Negara. Gerakan Pramuka merupakan sebuah organisasi besar yang terstruktur secara sistematis dan terarah untuk membina kaum muda Indonesia dalam mendukung dan merealisasikan cita-cita serta tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena Gerakan Pramuka sebagai organisasi kader, wadah untuk pembanguna karakter kaum muda serta media untuk menyalurkan berbagai potensi yang dimiliki kaum muda Indonesia, maka pembinaan, pelatihan dan pendidikan yang terarah adalah keniscayaan untuk menjadikan organisasi ini tetap eksis dan senantiasa mendapat tempat dimasyarakat.
Dalam perkembangannya, Gerakan Pramuka telah mengalami berbagai perkembangan dan perubahan yang signifikan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Namun, hal tersebut secara nilai bergeser seiring perubahan zaman. Oleh karena itu, dalam rangka pembenahan organisasi dan penyesuaian dengan tantangan zaman Gerakan Pramuka menjabarkannya melalui Visi, Misi, Nilai, Strategi dan Hakikat yang ingin dicapai oleh Gerakan Pramuka.
Revitalisasi yang telah bergulir selama kurang lebih 5 tahun sejak dicetuskan oleh Presiden Republik Indonesia rasanya belum begitu Nampak dan terasa, tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan, “Ada apa dengan Gerakan Pramuka?” jawabannya ada pada kita, pada generasi kaum muda, ada pada relevansi zaman dan media yang perlu dikembangkan dan perlu terus menerus melakukan inovasi.

Senin, 13 Desember 2010

SKU Pramuka Penggalang yang Baru


SKU PENGGALANG

PANCASILA
1.    Ketuhanan Yang Maha Esa
2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.    Persatuan Indonesia
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratn/perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

TRISATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-     Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
-     Menolong sesama  hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
-     Menepati Dasadarma

DASA DARMA PRAMUKA
1.    Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.    Cinta alam dan kasih saying sesame manusia
3.    Patriot yang sopan dan kesatria
4.    Patuh dan suka bermusyawarah
5.     Rela menolong dan tabah
6.    Rajin trampil dan gembira.
7.    Hemat cermat dan bersahaja
8.    Disiplin, berani dan setia
9.    Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
 

SKU Pramuka Siaga yang Baru

SKU SIAGA

PANCASILA
1.     Ketuhanan Yang Maha Esa
2.     Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.     Persatuan Indonesia
4.     Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratn/perwakilan
5.     Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

DWISATYA
Demi kehormatanku akan berjanji akan bersunggung-sungguh:
-      Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Keatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga
-      Setiap hari berbuat kebaikan

DWIDARMA
1.     Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya
2.     Siaga itu berani dan tidak putus asa