Kamis, 16 Juni 2011

Road to Mata Cakap 2011 (Reflection to Action)

Tahun pelajaran 2010-2011 segera berlalu, lalu apa yang telah kita persiapkan untuk menyambut  Tahun Pelajaran Baru ? sudahkah kita menyiapkan agenda untuk merebut hati adik-adik kelas yang baru dengan kegiatan yang memikat, menarik dan tentunya menyenangkan dan tetap dalam bingkau Kepramukaan.
Ya, tiap tahun kita selalu menyelenggaran kegiatan Masa Ta’aruf Calon Keluarga Ambalan Penegak (MATA CAKAP) dan semoga bukan sebagai rutinitas tanpa makna atau sebatas formatif saja, karena inti dari kegiatan ini sebenarnya adalah bagaimana mempromosikan kegiatan Kepramukaan yang ada di Ambalan dengan harapan siswa baru mau dan sepenuh hati ikut terlibat dalam kegiatan kepramukaan.
Karena Mata Cakap bukan hal baru di Kwartir Cabang Ciamis ini, maka seharusnya sudah semakin mantap pula aktivitas yang ada didalamnya. Tapi, mengapa setiap tahun perlu dan masih harus selalu diadakan kegiatan ‘Sosialisasi Mata Cakap” ? apakah kegiatan ini telah bergeser dari fungsinya ? tentu tidak kegiatan sosialisasi diadakan sebagai upaya untuk mengingatkan dan sebagai bahan pertimbangan untuk kawan-kawan Dewan Ambalan ketika melaksanakan kegiatan Mata Cakap, terutama berkaitan dengan perkembangan kegiatan Kepramukaan ter-update.
Ada beberapa catatan penting yang harus dilakukan dalam pelaksanaan Mata Cakap kali ini, dan catatan ini merupakan kepanjangan tangan dari Kak Dede Yusuf selaku Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat dengan slogannya “Bangga Jadi Pramuka Indonesia”. Adapun beberapa catatan penting itu diantaranya adalah; Pertama, Mata Cakap harus dapat mengeksresikan keinginan peserta. Artinya, Mata Cakap haruslah senantiasa sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usia peserta, dimana para peserta yang notabenenya merupakan remaja dalam masa peralihan dan penyesuaian dengan lingkungannya yang baru, maka tugas kita adalah bagaimana membuat mereka merasa nyaman dalam setiap aktivitas Mata Cakap, tidak membebaninya dengan tugas-tugas yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan serta menjalin keakraban antara kakak dan adik.

Kedua, pencitraan kegiatan Mata Cakap yang menarik, menyenangkan dan menantang yang bukan hanya slogan. Semestinya tak perlu ada lagi kegiatan orientasi yang membuat peserta tidak betah bahkan ingin segera mengakhiri kegiatan tersebut. Buatlah pandangan pertama begitu ‘menggoda’, artinya ketika kita mempublikasikan kegiatan kepada calon peserta harus semenarik mungkin. Kemudian publikasikan juga kegiatan yang akan membuat mereka tertarik untuk mengikuti kegiatan dan lebih bagus lagi jika ditambah dengan gambar atau karikatur yang lucu. Selanjutnya, agenda yang telah ada dan dipublikasikan laksanakan sesuai dengan harapan mereka dan upayakan semua andil dan ikut terlibat secara aktif.
Ketiga, buat inovasi dan kreasi. Inovasi bias dikatakan sebagai sesuatu hal yang baru. Kata ‘baru’ disini bias dikategorikan kedalam dua hal, yaitu baru yang benar-benar baru, artinya hal tersebut belum pernah ada dan baru yang selanjutnya adalah dikatakan baru karena memang baru ada dan dilaksanakan meskipun ditempat yang lain hal ini pernah dilaksanakan. Jadi, jangan kaku dan monoton dengan kegiatan-kegiatan yang ada pada masa-masa sebelumnya, tidak usah ragu untuk mencoba karena dalam mencoba itulah kita menemukan jalan untuk keberhasilan. Kemudian, jika terdapat kegiatan yang kiranya perlu dipertahankan, maka buat kreasi dengan kegiatan tersebut agar kegiatan tetap fresh dan tidak menjenuhkan.
Keempat, keterlibatan masyarakat. Jangan sampai dilupakan, bahwa Pramuka adalah milik masyarakat dan sebuah keniscayaan dalam kegiatan Mata Cakap pun harus melibatkan kegiatan ke-masyarakat-an. Sebagai contoh, undanglah tokoh masyarakat dalam upacara pembukaan, buat jadwal khusus untuk silaturahmi dengan warga sekitar, mintalah tokoh masyarakat untuk menyampaikan materi atau pesan dan sebagainya. Dengan dilibatkannya masyarakat tentu akan mengembalikan Pramuka kepada asalanya, yaitu dari awal sudah ditegaskan bahwa Pramuka adalah milik masyarakat dan bakti Pramuka Penegak adalah bakti kepada masyarakat selain menempa diri dan satuannya.
Kelima, dijadikan ajang kompetisi, mengapa tidak ? Kompetisi bias membuat seseorang atau sebuah kelompok menjadi sangat bersemangat dan penuh dengan ambisi, hal ini sangat bias diterapkan dalam kegiatan Mata Cakap. Hal ini pun sebagai salahsatu upaya untuk mengetahui potensi para peserta dan juga sebagai apresiasi atas prestasi yang telah ditunjukan. Kompetisi yang ada tentu tidak usah terlalu wah, namun yang paling penting adalah membangun semangat dan kemauan untuk melakukan yang terbaik. Misalkan berikan hadiah atau penghargaan kepada peserta terbaik, sangga terbaik atau ada beberapa kegiatan kompetisi yang dilaksanakan dalam Mata Cakap. Bentuk hadiah pun tidak perlu berupa medali atau trophy yang mengkilap, cukup kalung makanan ringan, atau apapaun yang menarik dan murah meriah tentunya.
Sekiranya catatan-catatan diatas perlu upaya kita bersama untuk mewujudkannya agar sesuai dengan harapan, dan harapan itu akan terwujud dengan mempersiapkan (merencanakan) agenda aksi ini dengan sebaik mungkin, karena gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Usaha untuk menjadikan Pramuka sebagai mainstream perlu diupayakan pada kegiatan Mata Cakap ini, karena Mata Cakap adalah gerbang dari berbagai rangkaian aktivitas Penegak yang sesungguhnya, Mata Cakap merupakan ucapan ‘Selamat Datang’ kepada calon penghuni ‘Rumah’ kita, yaitu Ambalan dan Gugus Depan. Bukankah memuliakan tamu adalah kewajiban kita selaku tuan rumah ?
Namun, tidak boleh dilupakan pula adalah pembentukan karakter yang senantiasa harus diutamakan. Kegiatan harus tetap sesuai dengan rambu-rambu etika dan norma yang ada, disiplin harus tetap ditegakan dalam setiap pelanggaran, bukan sebagai sangsi akan tetapi sebagai bentuk kasih sayang dan peringatan. Perkenalkan dan laksanakan Adat Ambalan dengan penuh ketulusan, berikan pemahaman tentang arti Pramuka, Kepramukaan dan Gerakan Pramuka dengan makna, dan berikan kebebasan untuk menentukan sikap serta pilihan yang terbaik bagi mereka. Biarlah mereka tidak menjadi aktivis Pramuka pada nantinya, tapi buknlah sebuah kesalahan jika kita memberikan kesan positif pada diri mereka bahwa mereka pernah mengikuti kegiatan Pramuka yang akan terkenang dalam memori mereka.
Pada akhirnya, kita hanyalah dituntut untuk membuat agenda, dan hanya kepada Allah sajalah semua bermuara. Tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin, jika berhasil atas usaha kita maka kepada-Nyalah kita memuji dan jikapun kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan, tidak perlu saling menyalahkan tapi mari kita evaluasi. Evaluasi adalah tahap akhir dalam setiap aktivitas, namun hal ini juga menjadi tolak ukur utama untuk melakukan kegiatan selanjutnya. Jadi, selamat ber-Mata Cakap ria, jadikan kegiatan Mata Cakap kali ini berbeda, more creative, more interest en full challenge.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar