Sabtu, 30 Maret 2013

Info Giat ISPC 2013



Peserta ISPC Belajar Ngangon Domba

Salah satu kegiatan di Sub Camp Kampung Domba, Pandeglang, Banten adalah belajar mengangon domba. Para peserta International Scout Peace Camp 2013 (ISPC) tampak antusias melakukan kegiatan yang mungkin langka di lingkungan mereka, apalagi peserta dari luar negeri. Mulai dari memandikan domba, mencukur bulu domba, sampai memeluk domba kecil yang sangat menggemaskan merupakan bagian yang tak terhindarkan dari kegiatan yang bertajuk mengangon domba.

Jangan salah, berbeda dengan kambing, domba memiliki sifat yang lebih liar dan cenderung susah diatur. Untuk mengeluarkan dari kandangnya saja butuh tenaga yang sangat kuat. Walaupun aroma di sekitar kandang domba tidak sedap, tetapi peserta ISPC tetap semangat melakukan kegiatan ini.

Daging domba jauh lebih lezat dari pada daging kambing biasa, ujar Muhamad Djamaludin, anggota Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Pandeglang. Djamaludin yang memandu kegiatan ini mengatakan, selain dagingnya dimakan, bulu domba juga memiliki manfaat untuk bahan jaket, walau ia mengakui bahwa manfaat yang kedua ini belum dilakukan secara maksimal di Kampung Domba ini.

Muhamad Djamaludin menuturkan bahwa domba secara rutin dimandikan seminggu sekali dengan menyemprot, dan menyikatnya dengan sabun cuci. Secara rutin bulu domba dicukur tiga bulan sekali agar kelihatan bersih. Hal lain adalah domba jantan dan betina ditempatkan terpisah kecuali masa kawin, karena kalo disatukan, antara domba jantan dan betina akan bertengkar.

Dalam kegiatan mengangon domba, suasana lucu dan menggelikan terjadi. Melihat domba kecil yang imut membuat peserta ingin memegang dan memeluknya. Seperti yang dilakukan oleh salah satu peserta ISPC dari Thailan, Chanathip Eujongdee. Ia tampak sangat gemas dengan anak domba berbulu putih dan hitam tersebut. Anak domba tersebut adalah anak domba paling lucu dari yang lainnya. Chanathip menggendong dan memeluk domba tersebut dengan penuh kasih saying.

“kamu pasti kangen ibumu. Okeh..okeh.. aku akan mengantarkanmu padanya”, begitulah katanya ketika menggendong anak domba lucu tersebut.

Begitulah pengalaman mengasyikkan dari salah satu kegiatan yang paling menarik di Kampung Domba ini. Pastilah ISPC ini sangat mengesankan untuk mereka semua sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu peserta dari Afrika Selatan, Nkuleko, “I AM LOVIN IT!”. (FH)

Gambang Kromong Meriahkan Malam Terakhir Di Sub Camp Situ Babakan

Alunan lagu betawi yang diiringi music Gambang Kromong meriahkan malam terakhir (27/3) peserta International Scout Peace Camp Tahun 2013 (ISPC 2013) di Sub Camp Situ Babakan, Jakarta Selatan, Jakarta. Mereka, peserta ISPC 2013 tak terasa menjalani hidup selama 2 hari di Situ Babakan dengan masyarakat yang kental budaya betawinya. Dua hari yang begitu singkat namun penuh dengan sejuta rasa bersama masyarakat tentu meninggal kenangan. Kebersamaan dan persahabatan yang tumbuh dari masing-masing peserta ISPC 2013 menjadi modal yang kuat menciptakan perdamaian dunia.

Gambang kromong merupakan music tradisional betawi yang saat ini masih eksis dan bertahan di tengah persaingan music-musik modern yang digandrungi generasi muda. Selain gambang kromong, ada juga penampilan seni lainnya yang merupakan khas betawi seperti qasidah dan rampak shalawat yang dibawakan oleh siswa – siswi SDN di daerah Jagakarsa. Tari ngedelingin yang dibawakan oleh para siswi SMPN 276 Jakarta menarik perhatian peserta ISPC 2013 dan pengunjung karena gerakannya yang dinamis, kostum yang indah dengan perpaduan tarian tradisional modern.

Menurut salah satu peserta yang berasal dari Thailand, Canon Jantaravichien, kegiatan malam ini sangat menarik dan berkesan karena dia bisa melihat dan mempelajari kebudayaan dari Negara lain.

Tak kalah menariknya, tampilnya dari perwakilan peserta ISPC, yaitu kontingen Arab Saudi dan Oman. Mereka menyanyikan lagu dari negara mereka. Selain itu ada juga penampilan dari Kenya dan Zimbabwe. Mereka mengajarkan peserta dan pengunjung dengan yel yel dari Negara mereka masing – masing, sehingga suasana semakin semarak.

Malam semakin larut namun para peserta ISPC 2013 seakan-akan tak mau kehilangan malam terakhir ini. Tetapi karena besok masih ada kegiatan maka kegiatan dibatasi sampai jam 22.30. dan kebersamaan malam ini di tutup dengan tarian chickendance dari Banten dan joged komando dengan lagu Sulawesi yang dilakukan oleh semua peserta ISPC 2013. (HB)
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar